Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 September 2010

Permainan Anak Indonesia Yang Mulai Ditinggalkan

ciple gunung

Permainan dimulai dengan melempar gacoan di kotak terendah. Batu yang dilempat tak boleh keluar garis dan harus di dalam kotak. Bila batu tak masuk kotak dianggap mati.

Bila batu sudah masuk kotak, pemain harus lompat satu kaki dan tak boleh menyentuh batu gacoan. Pada kotak ganda, no 4-5 dan 7-8, kaki langsung dua tanpa loncat. Setelah sampai puncak, kembali ke titik awal sambil mengambil batu gacoannya.

Kalau batu gacoan nyampe gunung, yaitu no 9, ambil batunya dengan membelakangi batu tersebut dengan diraba-raba. Abis itu lembar batu ke atas gunung, kaki di no 7-8 lompat dan injak batu itu. Setelah batu diambil lempar ke titik awal.

Pemain lompat lagi ke arah batu. Kalau sudah selesai pemain akan dapat bintang pada kotak sesuai urutan nomor. Yang ada bintangnya dianggap sebagai rumahnya sendiri dan pemain lain tidak boleh melewati. Kalau pemainnya terlalu banyak atau salah satu pemain belum punya bintang, sehingga tidak bisa meloncati beberapa kotak maka boleh dibuat jalan alternatif atau tangga alternatif agar pemain itu dapat menjangkau lompatannya

bongkar pasang

Bongkar Pasang adalah gambar sosok dua dimensi yang dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan gambar pakaian dan asesorisnya.

Boneka kertas ini muncul pertama kali di Paris pada abad 18, pada masa pemerintahan raja Louis XV. Awalnya berupa gambar artis yang sedang populer pada waktu itu. Diperuntukkan memang untuk permainan yang bisa dibongkar pasang alias tidak permanen. Dalam perkembangannya permainan ini menyebar dengan berbagai karakter seperti, bintang film, tokoh komik, dan yang paling populer sosok boneka barbie

bekel

Bekelan berasal dari bahasa Belanda, bikkelen. Permainan ini masih saudara dengan gathengan. Kalau gathengan hanya menggunakan batu kerikil, bekelan menggunakan seperangkat alat khusus yang dinamakan bekel. Bekel ini terdiri dari sebuah bola bekel dan lima buah biji bekel berbentuk logam. Ada yang terbuat dari kuningan, dan ada yang terbuat dari bahan timah.

Pada awalnya biji bekel dibuat dari engsel tulang tumit kaki belakang domba. Sekarang dibuat dari logam. Terdiri dari empat biji bekel dan satu bola bekel.

Logam ini memiliki bentuk yang khas. Terdiri dari permukaan kasar yang ditandai dengan lubang-lubang kecil di permukannya berjumlah lima titik, permukaan halus yang ada tanda silang atau polos sama sekali, permukaan atas yang ada bintik merahnya, dan permukaan bawah yang tidak ada tanda catnya.

Permainan ini dilakukan dengan cara menyebar dan melempar bola ke atas dan menangkapnya setelah bola memantul sekali di lantai. Kalau bola tidak tertangkap atau bola memantul beberapa kali maka pemain dinyatakan mati.

Pertama, pemain menggenggam seluruh biji bekel dan menyebar seluruhnya ke lantai sambil melemparkan bola bekel ke atas dan menangkapnya. Biji bekel diambil satu-satu sampai habis. Ulangi lagi menyebar seluruh biji bekel dan diambil 2 biji bekel, diambil dengan 3 biji bekel, diambil 4 biji bekel, terakhir lima biji bekel diraup sekaligus.

Langkah kedua, Balik posisi bekel menghadap ke atas semua satu persatu. Ulangi terus sampai seluruh permukaan bekel menghadap ke atas semua. lalu ambil satu bekel, ambil 2 biji bekel, ambil 3 biji bekel, ambil 4 biji bekel, terakhir raup seluruh biji bekel.

Langkah ketiga , balik posisi biji bekel menghadap kebawah dan ulangi langkah sepertei langkah kedua dengan mengambil biji bekel 1, 2, 4, dan seluruhnya.

Langkah keempat, balik seluruh posisi bekel bagian permukaan yang halus menghadap ke atas lalu ambil biji bekel seperti langkah ketiga.

Langkah kelima, balik posisi bekel posisi permukaan kasar menghadap ke atas semua, lalu ambil biji bekel seperti langkah sebelumnya,

Langkah terakhir dinamakan Nasgopel. Balik posisi biji bekel mengahadap ke atas semua, kemudian balik lagi semuanya menghadap kebawah semua, terus permukaan halus menghadap ke atas semua, dan terakhir balik satu persatu permukaan kasarnya menghadap ke atas semua. Raup seluruh biji bekel dalam sekali genggaman. Bila ada kesalahan dalam langkah nasgopel ini pemain harus mengulang ke langkah awal nasgopel. Pemain yang bisa melewati tahap ini dinyatakan sudah menang dan berhak untuk istirahat sambil menonton teman-temannya yang belum bisa menyelesaikan permainan.

Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan, minimal dua orang.
Paling sebel kalau ditonton laki-laki. Mereka biasanya mengganggu agar hilang konsentrasi dan melakukan kesalahan. Kalau ada yang mati mereka akan teriak kegirangan

Bedil-bedilan

Dibentuk seperti senapan, dibagian ujungnya dipasangi karet pentil sepeda. Di bagian pangkalnya dipasangi penjepit terbuat dari kayu. Pelurunya dari buah tanaman klorak.

Tangkai buah klorak dijepit di pangkal senapan, sehingga buahnya menonjol dan karet pendek ini ditarik dan dikaitkan ke bonggolnya. Jadi kalau kita ingin menembak orang maka cukup tekan pelatuk atau penjepitnya maka terlontar buah klorak itu dari senapan kayu ini

bentengan

. Dalam permainan ini seluruh anggota dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing punya benteng. Jarak antar benteng sekitar 10 meter.

Setiap kelompok harus mempertahankan bentengnya masing-masing. Selain menyerang benteng lawan kita juga dapat menawan anggota lawan. Bila personal kita dapat bisa memegang kelompok lawan yang berkeliaran, dia jadi tawanan kita.

Untuk membebaskannya, kelompok lawan harus berani mendatangi kubu kita dan menyentuhnya tanpa tersentuh oleh kita. Kita tidak boleh tersentuh oleh lawan. Kalau tersentuh oleh lawan kita akan juga jadi tawanannya.

Titik kemenangan terletak jika kita dapat menyentuh benteng lawan

yoyo

Yoyo berasal dari Greece (negeri Yunani), sekitar 500 Sebelum Masehi. Yoyo pada awalnya terbuat dari kayu, logam, atau gerabah. Sudah menjadi kebiasaan, ketika seorang anak menuju dewasa ia akan mempersembahkan mainannya sewaktu masih muda kepada dewa. Yoyo kuno ini sekarang masih tersimpan di Museum Nasional Athena.

Dalam catatan sejarah sekitar abad 16, para pemburu hewan dari Filipina biasa memanjat pohon dan mengikatkan tali ke batu sepanjang 20 feet untuk dilemparkan ke hewan buruan. Menurut Scientific American yang terbit tahun 1916, istilah yoyo berasal dari bahasa Filipina yang berarti "ayo-ayo".

Membutuhkan ketrampilan untuk memainkan permainan yoyo ini.Ada banyak variasi memainkan permainan ini.

Ada yang cukup dilempar ke bawah dan yoyo akan naik kembali ke tangan kita lagi, terus dilempar lagi. Bagi yang sudah jago ada yang dilempar mendatar, atau bahkan dilempar ke atas. Atau dilempar mendatar di permukaan tanah dan yoyo bisa kembali lagi ke tangan. Malah ada yang jahil dengan diarahkan atau dilemparkan ke anak-anak perempuan.

Wacana permainan rupanya sedang disukai oleh para politisi. Gara-gara ucapan Megawati yang mengkritisi kebijakan ekonomi Presiden SBY yang dianggapnya seperti yoyo. "Naik-turun naik-turun. Dilempar kesana kemari. Kelihatannya indah tapi pada dasarnya tak menentu," ujar Ketua Umum PDI Perjuangan ini dalam Rapat Kerja Nasional PDIP di Solo

polisi maling
Permainan ini minimal anggotanya dalam satu kelompok ada 4 orang. Terdiri dari dua kelompok.

Pertama-tama yang harus dilakukan, perwakilan kelompok maju ke depan untuk suit. Lalu, kelompok yang jadi maling harus mencari tempat persembunyian yang dirasa paling aman. Dengan syarat, meninggalkan jejak berupa panah disetiap jalan yang dilaluinya. Dengan kapur tulis digambar tanda panah untuk memberi petunjuk ke kelompok polisi. Bisa di dinding, pohon , maupun perempatan yang dilaluinya. Gambarnya dibuat tidak terlalu gamblang, biar tidak mudah ditemukan oleh lawan.

Selama kelompok maling mencari tempat persembunyian, kelompok polisi menunggu.

Saat kelompok polisi mencari jejak kelompok maling untuk menangkapnya. Setiap tanda panah yang sudah dilewati harus disilang agar tidak dilewati lagi untuk yang kedua kalinya. Dan, bila sudah tertangkap maka kelompok maling harus berjaga dan menjadi kelompok polisi demikian berganti-ganti. Tetapi, bila kelompok polisi tidak berhasil menemukan kelompok maling dan menyatakan menyerah, maka permainan dapat diulang lagi dan kelompok maling dapat ngumpet lagi untuk kedua kalinya

Masih ada yang lain seperti Gundu, Gobak Sodor, Petak Umpet, Tak Jongkok, Congklak, Dll,
Sebenernya permainan kampung atau jaman dulu seperti di atas sangat baik untuk mengembangkan potensi diri seperti kesabaran, kerjasama, kepemimpinan, kegigihan, dan banyak hal lain. Tapi seiring banyaknya mainan modern, permainan ini mulai ditinggalkan.

Kamis, 12 Agustus 2010

Pasar Tradisional di JEPANG (Renungan)



Kali ini kita tidak akan membahas teknologi yang ada di Jepang, bolehkan sekali sekali OOT (Out Of Topic)?

Apa yang kami bahas? Pasar Tradisional di Jepang sana, terutama pasar yang ada di daerah pertanian. Bingung kan??

Sebenarnya sih ini bukan pasar yah karena penjual disana adalah para petani yang membuka lapak sendiri-sendiri untuk menjual hasil kebunnya yang tersisa (kebanyakan).

Dan kalau dilihat, tidak ada bedanya dengan pasar yang ada di Indonesia, kecuali satu perbedaannya yaitu tidak ada orang yang menjaga untuk lapaknya tersebut.




Jadi bagaimana transaksinya? mudah kok, mereka (si penjual) telah mencantumkan harga di setiap barang dagangannya dan apabila ada pembeli yang datang untuk membelinya, si pembeli cukup masukkan uang seharga barang yang dibeli ke tempat yang telah disediakan.

Dan percaya atau tidak, boleh dibilang hampir tidak ada satupun petani yang rugi karena berdagang dengan cara sepeti ini. Atau dengan kata lain, semua pembeli selalu membayar apa yang mereka ambil.




Nah, ini dia sebenarnya yang ingin kami bahas, yaitu KEJUJURAN yang menurut kami saat ini semakin langka di dunia, terutama di Indonesia.

Kami sempat membaca berita bahwa ada sekolah menengah di Indonesia yang mendirikan "kantin kejujuran" dan hanya dalam waktu hitungan minggu, kantin tersebut bangkrut karena ternyata banyak siswa/ siswi yang tidak membayar sehabis makan.

Padahal di lain sisi, kantin itu berada di salah satu sekolah favorit di daerahnya yang berarti pasti sebagian besar siswa/ siswi disana dari golongan cukup mampu.




Mohon maaf kalau kami tidak sependapat dengan anggapan bahwa "orang yang tidak jujur itu pasti identik dengan orang miskin" dan karena mereka tidak punya uang makanya mereka berbuat tidak jujur.

Menurut kami, KEJUJURAN bukanlah sesuatu yang bisa diukur dari banyaknya materi maupun tingkat pendidikan tetapi lebih ke moral dan rasa malu yang bisa ditanamkan oleh orang tua maupun lingkungan sekitar.

Dalam hal ini, kita tidak harus selalu mencontoh teknologi yang berasal dari Jepang saja tetapi tidak ada salahnya kita juga mencontoh moral dan rasa malu yang mereka miliki.

Benar, tidak semua orang Jepang disana jujur tetapi setidaknya kalau bicara persentase, tentu jauh lebih baik dari negara kita. Setuju kan dengan kita?

Semoga tulisan kami ini bisa menjadi suatu bahan renungan agar bangsa kita bisa menjadi lebih baik di masa-masa yang akan datang.

Sabtu, 07 Agustus 2010

Potret kaum miskin Indonesia

Spoiler for Miskin:




KONTRADIKSI
Spoiler for Kaya Vs Miskin:




TERKADANG MEREKA HARUS BERURUSAN DENGAN
Spoiler for SATPOL PP:




POTRET DISKRIMINASI SOSIAL DI NEGARA TERCINTA

ORANG MISKIN DILARANG SAKIT
Spoiler for Sakit:




ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH
Spoiler for Sekolah:




POTRET DISKRIMINASI
Spoiler for Diskriminasi:




STATISTIK PENDUDUK DI INDONESIA
Spoiler for STATISTIK PENDUDUK DI INDONESIA:



Spoiler for STATISTIK PENDUDUK MISKIN DI INDONESIA:

STATISTIK PENDUDUK MISKIN DI INDONESIA


Pemberitahuan (Notification)

Blog ini kembali difungsikan lagi
Thanks


Klik untuk memberikan suara ke blog ini

The Republic of Indonesian Blogger | Garuda di Dadaku

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Isi menu tab view 2
My Popularity (by popuri.us) free counters